Sabtu, 21 April 2012

Cerita Seorang Bernad ( Bagian 5 )


Sesampainya di rumah Delia , dia bilang “ makasih Ber “ , “ iya , makasih juga yah:p “ gua melet dikit . Langsung gua balik aja deh . Di jalan ternyata ada orang tawuran , bingung banget gua kan . Pas itu gua make baju putih lagi . Ada yang bilang ke gua “ Ayo maju ramean “ . Ternyata kubuh gua ini mental begitu . Semua di uber , gua panik banget . Dengan nekad gua maju aja sendiri pake senjata tadi yang di pinjemin . Ternyata gak tau , pada mundur .

Kubuh gua salut ke gua akhirnya , pada bilang makasih . Dari kubuh gua langsung nyalain petasan sama ngelempar bom Molotov . Duar , ternyata SMA HarHap ulang tahun . Gua berbaur aja akhirnya . Tapi gak lama gua bilang mau cabut . Cabut lah ke rumah . Mandi langsung , jam 11 di kamar nongkrong . Buka FB , eh si Delia ngeAdd . Gua konfrim ga mungkin enggak kan . Dia ternyata OL , dia ngechat gua . Kita ngeChat lama juga , jam 1 gua ijin mau sholat . Dia juga sama katanya .

Habis sholat Komp gua mati ternyata . Didil di depan rumah gua nyamper . Gua suruh dia masuk ke kamar dan gua curhat lagi tentang si Delia . Gua bilang ga enak banget sama dia , takutnya dia ngira gua logout dan gimana gitu sama dia . Kata Mutiara muncul “ Kalo emang perasaan terhadap orang sedang tidak baik , temui dia dan jelaskan tentang masalah atau apapun yang membuat perasaan kita tidak enak “ . Cabut gua minta temenin si Didil ke rumah Delia .

Di depan gua samperin . Dia gak ada di rumah , kata pembantunya dia lagi ke mall . Pulang gua ke rumah , ambil motor dan menuju mall . Di mall si Didil seneng lagi . Gua bilang , “ Mau tas gak Lo ? “ . “ Mau Mau “ . Gua lebih seneng orang bilang begitu daripada bilang “ yaudah terserah aja “ , kesannya gak resep aja . Gua masuk distro bagus . Gua suruh dia milih . Bingung mukanya keliatan wkwk . Gua pilihin akhirnya , dia mau . Gua menuju ke Super Indo . Ternyata bener dia ada di situ . Gua deketin , dia ngejauh . Gua kejar kaan dan narik tangannya . Gua bilang “ Sorry Del , tadi Komp gua mati sendiri “ , “ iya udah “ dia jawab .

Gua nemenin dia terus biar ga marah . Sampe pulang keliatannya masih marah , walau dia bilang enggak . Didil sebelum pulang tangannya ke pundak gua dan bilang “ Jangan pernah menyerah , dalam menghadapi masalah ! selesaikan , maka kamu akan lepas . Karena masalah bagaikan di kurung di Penjara bawah tanah Cuma sendiri “ .

Gua punya rencana biar besok nyamperin dia lagi . Pagi-pagi gua langsung tancap . Di depan rumahnya gua bawa Spanduk bertuliskan “ MAAFIN AKU YA DELIA “ , gua liat dia di jendela . Langsung turun dan nyamperin gua . Dia bilang “ iyah gua maafin kok :* “ , “ makasih :3 “ . Gua kaget dia pake Muach gitu wkwk . Pulang lah gua , dia bilang mau main . Gua iya aja .  Gua berdua aja tuh di rumah , di teras atas .

Didil dateng , gua suruh ke atas biasa . Dia dateng langsung cie cie begitu . Dia minjem gitar gua dan nyanyiin lagunya armada – mabuk cinta . Dan pas udahan bilang “ Ketika keserasian sudah di dapatkan , tinggal satu langkah lagi menuju pintu kebahagiaan dan jika sudah sampai . Jangan pernah keluar dari pintu kebahagiaan itu “ . Kita bertiga ngobrol kesana kemari membawa alamat .

To Be Continue .. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar